Laporan Praktikum Struktur dan Fungsi Telinga

Laporan Praktikum 

Struktur dan Fungsi Telinga


Laporan Praktikum Struktur dan Fungsi Telinga (Praktikum IPA di SD)

1. Tujuan

Untuk mengetahui bagian-bagian yang menyusun telinga beserta fungsinya

2. Alat dan Bahan

a. Gambar struktur alat pendengar manusia
b. Lembar Pengamatan
c. Alat Tulis

3. Cara Kerja

a. Perhatikan gambar struktur alat pendengar manusia.
b. Beri nama dan jelaskan fungsinya bagian-bagian telinga mulai dari telinga bagian luar sampai telinga bagian dalam sesuai yang ditunjuk dengan anak panah.
c. Kemudian masukkan dalam Tabel 6.2


4. Hasil 

Tabel 6.2
Bagian-bagian yang menyusun telinga beserta fungsinya
Laporan Praktikum Struktur dan Fungsi Telinga (Praktikum IPA di SD)


5. Pembahasan

Bagian-bagian telinga:

Telinga luar


  • Daun telinga (external pinna) merupakan bagian telinga yang paling jelas terlihat dari luar. Daun telinga memiliki lekukan-lekukan khas yang berfungsi untuk mengumpulkan gelombang suara. Daun telinga memiliki struktur yang lentur dan elsatis karena tersusun atas jaringan tulang rawan.
  • Saluran telinga merupakan kelanjutan dari daun telinga yang menjadi saluran masuknya gelombang suara menuju organ-organ pendengaran di bagian dalam.
  • Gendang telinga (membran timpanik) akan bergetar ketika menerima gelombang suara yang datang. Getaran atau vibrasi dari gendang telinga akan diteruskan menuju tualng-tulang pendengaran.

Telinga tengah


  • Tulang martil (maleus) merupakan tulang pendengaran pertama yang berbentuk seperti martil/ palu dan akan bergerak ketika ada getaran yang datang.
  • Tulang landasan (incus) merupakan tulang pendengaran kelanjutan dari tulang martil
  • Tulang sanggurdi (stapes) merupakan tulang pendengaran ketiga di telinga tengah. Ketiga tulang pendengaran tersebut memiliki satu fungsi pokok untuk menghantarkan dan memperkuat getaran suara yang datang.

Telinga dalam


  • Jendela oval merupakan membran berbentuk oval pada permukaan koklea. Jendela oval akan menerima getaran dari tulang sanggurdi dan meneruskannya menuju koklea.
  • Rumah siput (koklea) merupakan saluran berbentuk seperti rumah siput di telinga bagian dalam. Koklea mempunyai dua ruangan besar, yaitu saluran vestibuler di bagian atas dan saluran timpanik di bagian bawah yang dipisahkan oleh diktus koklea yang berukuran lebih kecil. Saluran vestibuler dan timpanik berisi cairan perilimfa, sedangkan duktus koklea berisi cairan endolimfa.
  • Organ korti, terletak pada duktus koklea. Organ korti mengandung sel reseptor telinga yang akan menerima getaran dan mengubahnya menjadi impuls listrik untuk dihantarkan ke otak. Sel reseptor tersebut memiliki rambut yang menjulur ke dalam duktus koklea. Rambut tersebut beraut ke membran tektorial yang menggantung di atas ogan corti.
  • Jendela bundar merupakan ujung dari koklea yang akan menjadi akhir dari getaran suara karena getaran yang menumbuk jendela bundar akan menghilang.
  • Vestibula terletak di belakang jendela bundar yang terdiri atas bagian sakulus dan utrikulus, yang berperan dalam mengatur keseimbangan tubuh.
  • Saluran semisirkuler merupakan struktur berbentuk tiga saluran setengah lingkaran yang berisi cairan endolimfa. Organ ini juga berperan dalam mengatur keseimbangan tubuh.
  • Saluran eustacheus merupakan saluran kecil yang menghubungkan telinga dalam dengan faring. Saluran ini berfungsi untuk menyamakan takanan udara di dalam telinga dengan atmosfer.


Referensi:

Rumanta, M. (2019). Praktikum IPA di SD. Jakarta: PT. Prata Sejati Mandiri.

Semoga postingan Laporan Praktikum Struktur dan Fungsi Telinga (Praktikum IPA di SD) ini bisa memberi manfaat. Amiin YRA.

Penulis: Anida Wahdatuz Zakiyah (S1 PGSD UT-POKJAR Jombang)

Sumber:
https://www.ilmiahku.com/2019/05/Laporan-Praktikum-Struktur-dan-Fungsi-Telinga.html

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel